Polhukam

Perkuat Olah TKP Berbasis Ilmiah, Bidlabfor Polda Sumut Luncurkan Inovasi Si FORTE

×

Perkuat Olah TKP Berbasis Ilmiah, Bidlabfor Polda Sumut Luncurkan Inovasi Si FORTE

Sebarkan artikel ini

Setiap fungsi juga dapat memberikan dukungan berdasarkan keahlian dan kewenangan masing-masing.

Dengan mekanisme komunikasi yang lebih terarah, potensi keterlambatan penyampaian informasi dapat diminimalkan.

Koordinasi sejak awal juga diharapkan membantu petugas menentukan langkah pemeriksaan secara tepat, sehingga bukti-bukti yang relevan tidak terlewatkan dalam proses penanganan perkara.

“Harapannya, ketika terjadi suatu peristiwa, koordinasi antarpetugas dapat dilakukan lebih cepat dan terarah.

Dengan demikian, pencarian serta analisis barang bukti dapat dioptimalkan karena setiap fungsi memahami peran dan kebutuhan pemeriksaan yang harus dilakukan,” lanjut AKBP Hendri.

Dorong Penanganan TKP Lebih Terintegrasi

Lebih dari sekadar membangun sarana komunikasi, Si FORTE diharapkan menjadi langkah strategis dalam membentuk pola kerja forensik yang lebih terintegrasi, sistematis, dan efisien di lingkungan Polda Sumut.

Sinergi lintas fungsi memungkinkan setiap personel saling melengkapi dalam proses pemeriksaan.

Dengan demikian, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi forensik dapat semakin optimal untuk mendukung pengungkapan perkara melalui proses penyelidikan dan penyidikan.

Pendekatan Scientific Crime Investigation menempatkan metode ilmiah sebagai bagian penting dalam pemeriksaan barang bukti.

Melalui pendekatan ini, hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan dukungan yang objektif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses penegakan hukum.

Pengembangan Si FORTE sekaligus menjadi upaya mendorong budaya kerja kolaboratif di tubuh Polri.

Profesionalisme tidak hanya ditentukan oleh kemampuan masing-masing personel, tetapi juga oleh kemampuan berbagai fungsi untuk bekerja bersama secara terpadu.

Dengan koordinasi yang semakin kuat, Bidlabfor Polda Sumut berharap penanganan TKP ke depan dapat berlangsung lebih optimal, mulai dari identifikasi kebutuhan pemeriksaan hingga analisis barang bukti.

Pada akhirnya, inovasi ini diharapkan mampu memperkuat dukungan forensik terhadap pengungkapan tindak pidana serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.(mps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *