Sementara itu, Polda Sumut melalui Karo Ops melaporkan bahwa dari 324 SPBU yang beroperasi di Sumatra Utara.
Sebanyak 125 SPBU terdampak gangguan pasokan BBM, termasuk 15 SPBU yang berada di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai.
Meski demikian, kondisi keamanan di wilayah tersebut masih terpantau aman dan kondusif.
Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Sitepu menegaskan bahwa kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam mengatasi situasi tersebut.
Ia meminta para pengelola SPBU mengatur antrean kendaraan dengan baik agar tidak meluber ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
“Pengelola SPBU diharapkan dapat mengatur antrean secara tertib.
Apabila terjadi kepadatan yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun gesekan antar pengendara.
Segera hubungi Call Center Kepolisian 110 agar personel kami dapat segera memberikan pengamanan,” tegas Kapolres.
Ia juga memastikan Polres Serdang Bedagai bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan.
Dan pengamanan di seluruh SPBU guna menjaga kelancaran distribusi BBM.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Pertamina terus berupaya menormalkan pasokan sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” ujarnya.
Sebagai langkah preventif, Kapolres turut mengimbau seluruh pengelola SPBU untuk memasang papan informasi mengenai ketersediaan stok maupun jam operasional.
Menurutnya, keterbukaan informasi akan membantu mengurangi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, Pertamina, dan para pengelola SPBU, diharapkan distribusi BBM di Kabupaten Serdang Bedagai dapat segera kembali normal.
Sehingga aktivitas masyarakat maupun sektor perekonomian dapat berjalan tanpa hambatan.(hps)












