BBM kemudian digunakan untuk mengoperasionalkan sejumlah alat berat.
Termasuk jadi bahan bakar untuk menghidupkan listrik di pabrik,” demikian keterangan yang disampaikan dalam pengungkapan kasus tersebut.
Dugaan pemanfaatan BBM bersubsidi untuk kepentingan operasional industri ini menjadi salah satu fokus pendalaman penyidik.
Polisi berupaya memastikan bagaimana bahan bakar tersebut diperoleh, siapa saja yang terlibat dalam transaksi, serta bagaimana mekanisme penyalurannya hingga sampai ke lokasi pabrik.
Polisi Telusuri Pemasok dan Pihak Pabrik
Tak berhenti pada pengamanan sopir dan penyitaan BBM, penyidik Satreskrim Polrestabes Medan kini mengembangkan perkara untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Calvijn menyebutkan, pihaknya tengah menelusuri orang-orang di lingkungan pabrik yang diduga berkomunikasi dengan MR dalam proses pemesanan maupun pembayaran BBM.
Polisi juga mendalami sumber bio solar yang diangkut dan diperjualbelikan tersebut.
“Kami sedang mengejar potensial suspect di pabrik ini, asal usul BBM juga sedang kami dalami.
Kami temukan beberapa plat nomor dan barcode pembelian BBM, ini jadi petunjuk nantinya di mana BBM itu didapat pelaku.
Mohon doanya, agar kami bisa ungkap secara menyeluruh,” pungkas Calvijn.
Sejumlah pelat nomor kendaraan dan barcode pembelian BBM yang ditemukan petugas kini menjadi petunjuk untuk menelusuri jalur perolehan bahan bakar tersebut.
Polrestabes Medan menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan.
Polisi berupaya mengungkap secara menyeluruh dugaan praktik penjualan BBM bersubsidi tersebut.
Termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan pemasok dan pihak lain yang terlibat dalam distribusinya.
Pengembangan kasus ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai asal-usul BBM, pola pengangkutan menggunakan tangki modifikasi.
Serta dugaan pemanfaatan bahan bakar bersubsidi untuk kebutuhan operasional pabrik beton.(mps)












