MEDAN I METROSERGAI.com – Komitmen pemberantasan kejahatan jalanan terus ditunjukkan jajaran Polrestabes Medan.
Dalam operasi besar yang digelar selama lebih dari satu bulan terakhir.
Polisi berhasil mengungkap ratusan kasus tindak kriminal 3C (curat, curas, dan curanmor).
Membongkar jaringan penadah kendaraan curian, hingga mengamankan ratusan barang bukti kendaraan bermotor.
Keberhasilan tersebut dipaparkan langsung Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak.
Saat memimpin konferensi pers di Lapangan Apel Polrestabes Medan, Sabtu (30/5/2026).
Dalam keterangannya, Kapolrestabes menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kriminal yang meresahkan masyarakat.
“Selama periode 24 April hingga 26 Mei 2026, kami berhasil mengungkap 123 kasus kejahatan jalanan dengan total 145 tersangka.
Dari jumlah itu, 37 pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas terukur karena melawan petugas saat dilakukan penindakan,” tegasnya.
Tim JCS Jadi Ujung Tombak Pemburu Pelaku 3C
Keberhasilan pengungkapan kasus-kasus tersebut.
Tidak terlepas dari kerja cepat Tim Khusus JCS (Jaga, Cegah, Sigap) yang dibentuk Polrestabes Medan sejak Desember tahun lalu.
Tim ini terdiri dari tiga unit utama, yakni Tim Alfa Hitam, Tim Bravo, dan Tim Carli, yang bergerak sebagai pasukan reaksi cepat.
Dalam merespons laporan kejahatan jalanan di wilayah hukum Polrestabes Medan.
Keberadaan tim tersebut dinilai efektif dalam menekan angka kriminalitas.
Dalam 200 hari terakhir, angka kejahatan jalanan di Kota Medan disebut berhasil turun hingga 15 persen.
Sindikat Penadah Ranmor Dibongkar.
Salah satu capaian terbesar dalam pengungkapan kali ini ialah terbongkarnya sindikat penadah kendaraan bermotor hasil curian.
Sat Reskrim Polrestabes Medan berhasil menemukan delapan gudang penyimpanan kendaraan curian.
Yang tersebar di wilayah Tembung, Batang Kuis, hingga Sidomulyo.
Dari lokasi tersebut, polisi menyita total 136 unit kendaraan yang terdiri dari 135 sepeda motor dan satu unit mobil.
Polisi juga mengamankan dua orang tersangka residivis yang diduga menjadi pengelola sekaligus pemilik lima dari delapan gudang penampungan tersebut.












