Polhukam

Polwan Polda Sumut Bekali Pelajar Cara Aman Hadapi Ancaman di Dunia Digital

×

Polwan Polda Sumut Bekali Pelajar Cara Aman Hadapi Ancaman di Dunia Digital

Sebarkan artikel ini

MEDAN I METROSERGAI.com – Ancaman terhadap anak dan remaja kini tidak hanya terjadi di lingkungan fisik, tetapi juga dapat muncul melalui layar telepon genggam.

Kondisi itu menjadi perhatian Polisi Wanita (Polwan) Polda Sumatera Utara saat menggelar kegiatan Polwan Goes to School di sejumlah sekolah, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 tersebut diisi dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga jejak digital.

Bahaya judi online hingga pencegahan eksploitasi dan pelecehan seksual anak secara daring atau Online Child Sexual Exploitation.

Sejumlah Polwan Polda Sumut turun langsung ke sekolah sebagai pengambil apel sekaligus narasumber.

Mereka yakni AKBP Rivawaty Marentina Sitinjak, S.Psi., di SMA Bhayangkara Medan; Kompol Mitha Natasya, S.H., S.I.K., di MAN 1 Lubuk Pakam.

AKBP Debora M. Hutagaol, S.Si., M.Farm., di SMA Negeri 5 Medan; AKP Yuni Darmawani, S.Sos., di SMA Adven 1 Medan; serta Kompol Efriyanti, S.H., M.H., di SMK Parulian.

Di hadapan para siswa, para Polwan mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kecerdasan dan tanggung jawab dalam menggunakannya.

“Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti adik-adik, tetapi sebagai kakak dan sebagai pelindung.

Ancaman saat ini tidak hanya ada di jalan atau tempat sepi, tetapi juga bisa masuk melalui handphone yang setiap hari ada di tangan kita,” ujar salah satu narasumber.

Para pelajar kemudian diajak memahami pentingnya menjaga jejak digital.

Setiap foto, video, komentar, unggahan maupun percakapan yang dibagikan di internet berpotensi menjadi rekam digital yang dapat disimpan, disebarluaskan bahkan disalahgunakan.

Karena itu, siswa diminta tidak terburu-buru mengunggah sesuatu ke media sosial.

“Sebelum posting, pikirkan dampaknya.

Tanyakan kepada diri sendiri apakah konten tersebut sopan, bermanfaat dan tidak akan merugikan kita di masa depan.

Kalau masih ragu, lebih baik jangan diposting,” pesannya.

Selain persoalan jejak digital, bahaya judi online juga menjadi materi penting dalam kegiatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *