Tito juga menyebut 10 provinsi di Indonesia yang berada di Sumatera dan tergabung dalam IMT-GT memiliki potensi besar. Kedekatan geografis Indonesia, Malaysia, dan Thailand dinilai dapat menjadi modal untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing di tingkat dunia.
Tito turut mengapresiasi Gubernur Sumut Bobby Nasution sebagai tuan rumah pelaksanaan forum. Ia menilai Sumatera Utara telah memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu dari Malaysia dan Thailand.
“Saya tahu Anda telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara ini. Sekali lagi saya berterima kasih,” sebut Tito.
Sementara itu, Bobby Nasution mengharapkan forum IMT-GT menghasilkan langkah konkret berupa penurunan hambatan lintas batas, realisasi proyek dan investasi, serta peningkatan nilai tambah ekonomi sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Bobby mengatakan IMT-GT menjadi forum strategis untuk mengubah kedekatan geografis Indonesia, Malaysia, dan Thailand di kawasan Selat Malaka menjadi keunggulan ekonomi bersama.
Sejalan dengan visi Tahun 2036, kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun subkawasan yang semakin terintegrasi, kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
“Pembahasan Chief Ministers’ and Governors’ Forum (CMGF) ini menegaskan perlunya IMT-GT bergerak dari agenda kerja sama menuju implementasi yang terukur dan berdampak. Mendorong integrasi agenda hijau, proyek siap investasi khususnya pengelolaan sampah dan ekonomi dengan mobilitas rendah karbon, efisiensi energi serta ketahanan banjir,” ujar Bobby.
Bobby juga menyampaikan kesiapan Sumatera Utara memperkuat perannya dalam IMT-GT melalui penyelarasan prioritas, penyiapan proyek siap investasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Manfaat kerja sama diharapkan tercermin melalui penguatan konektivitas pelabuhan dan kawasan ekonomi ke pasar regional hingga peningkatan nilai tambah komoditas.***












