Polhukam

Binjai Perkuat Benteng Keamanan, Mahasiswa Soroti Pentingnya Pendekatan Humanis

×

Binjai Perkuat Benteng Keamanan, Mahasiswa Soroti Pentingnya Pendekatan Humanis

Sebarkan artikel ini

BINJAI I METROSERGAI.com – Kota Binjai terus berupaya menekan angka kriminalitas jalanan yang belakangan meresahkan masyarakat.

Melalui berbagai langkah preventif dan preemtif, Polres Binjai membentuk Tim Khusus Anti Begal.

Sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Langkah tersebut menjadi respons atas meningkatnya kekhawatiran warga terhadap aksi kejahatan jalanan, terutama tindak begal yang kerap terjadi pada malam hari dan menyasar pengguna jalan.

Dalam forum LK II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Wakapolres Binjai, Sofyan Helmi Nasution.

Menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan tidak hanya mengandalkan patroli dan penindakan, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat.

Ia menekankan pentingnya edukasi, pengawasan lingkungan, serta keterlibatan warga dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Menurutnya, pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk memutus rantai kriminalitas sebelum berkembang menjadi ancaman serius.

Di sisi lain, persoalan keamanan dinilai tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Tekanan ekonomi, pengangguran, hingga lemahnya kontrol sosial disebut menjadi faktor yang turut memicu meningkatnya tindak kriminal.

Ketua Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Sadar Perubahan, Ega Irvanda menilai bahwa upaya menjaga Kamtibmas harus tetap berjalan dalam koridor hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Menurutnya, negara memang memiliki kewajiban menjamin keamanan masyarakat sebagaimana diatur dalam konstitusi dan Undang-Undang Kepolisian.

Namun, setiap langkah penegakan hukum tetap harus mengedepankan asas legalitas, proporsionalitas, serta perlindungan terhadap hak-hak sipil warga.

Ega juga menegaskan bahwa penyelesaian persoalan kriminalitas tidak cukup hanya mengandalkan operasi keamanan dan penangkapan pelaku.

Pemerintah, kata dia, perlu hadir melalui kebijakan sosial yang menyentuh akar persoalan, seperti pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *