BINJAI I METROSERGAI.com – Kondisi infrastruktur jalan di kawasan Pasar Tavip, Kota Binjai, kembali menjadi sorotan.
Kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat itu dinilai belum mendapat perhatian serius.
Meski setiap hari dipadati pedagang, pembeli, pekerja, hingga kendaraan pengangkut barang.
Kerusakan jalan di sekitar pasar disebut sudah berlangsung cukup lama dan kerap dikeluhkan masyarakat.
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi tersebut juga dinilai berdampak terhadap kelancaran aktivitas ekonomi dan keselamatan pengguna jalan.
Ironisnya, rencana perbaikan jalan yang sebelumnya sempat masuk dalam pembahasan anggaran.
Dengan nilai sekitar Rp1,9 miliar, dikabarkan tidak lagi menjadi prioritas pembangunan pada tahun 2026.
Menanggapi hal itu, Ketua IMPEB, Jek Pasaribu, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang terjadi di kawasan Pasar Tavip.
Menurutnya, pemerintah memang memiliki keterbatasan anggaran.
Namun kebutuhan masyarakat di pusat-pusat aktivitas ekonomi seharusnya tetap menjadi perhatian utama.
“Pasar Tavip bukan sekadar tempat jual beli biasa.
Kawasan ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Kota Binjai.
Ketika akses jalannya rusak dan dibiarkan terlalu lama, tentu dampaknya dirasakan langsung oleh pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas setiap hari,” ujar Jek Pasaribu.
Ia menilai, persoalan infrastruktur di kawasan pasar tidak boleh terus-menerus tertunda tanpa kepastian penyelesaian.
Sebab, kondisi jalan yang rusak dapat memicu kemacetan, meningkatkan risiko kecelakaan, hingga menghambat distribusi barang para pedagang.
IMPEB pun berharap Pemerintah Kota Binjai dapat kembali mengevaluasi kebijakan prioritas pembangunan dan memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan di Pasar Tavip.
Menurut mereka, pembangunan seharusnya hadir untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Khususnya pada titik-titik vital yang menjadi akses utama aktivitas ekonomi warga setiap harinya.
Dengan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan tersebut, perbaikan jalan Pasar Tavip dinilai bukan hanya soal infrastruktur.












