Lifestyle

Hadapi Ancaman Era Digital, Presiden Prabowo Dorong Transformasi Polri Menuju Institusi Modern

×

Hadapi Ancaman Era Digital, Presiden Prabowo Dorong Transformasi Polri Menuju Institusi Modern

Sebarkan artikel ini

MEDAN I METROSERGAI.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya percepatan transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Agar mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di tingkat global.

Polri dituntut tidak hanya responsif terhadap persoalan yang terjadi.

Tetapi juga mampu mengantisipasi berbagai ancaman melalui pendekatan yang prediktif, adaptif, dan berbasis teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Presiden dalam amanat Hari Bhayangkara ke-80 yang dibacakan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H.

Saat memimpin upacara di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Rabu (1/7/2026).

Dalam amanatnya, Presiden mengingatkan bahwa dinamika global saat ini berkembang sangat cepat.

Rivalitas geopolitik, perang siber, kejahatan lintas negara, hingga ketidakpastian ekonomi dunia.

Menjadi tantangan nyata yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan nasional.

Karena itu, Presiden meminta seluruh jajaran Polri terus meningkatkan kemampuan dalam membaca perkembangan situasi.

Serta memperkuat langkah-langkah antisipatif terhadap setiap potensi ancaman.

“Polri tidak lagi bekerja secara reaktif, melainkan harus mampu bergerak secara prediktif dan adaptif dalam merespons dampak dinamika global.

Serta menjawab setiap tuntutan publik,” demikian amanat Presiden yang dibacakan Brigjen Pol. Sonny Irawan.

Untuk mewujudkan transformasi tersebut, Presiden menggarisbawahi lima langkah strategis yang harus menjadi fokus Polri.

Yakni memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat kapasitas sumber daya manusia.

Membangun organisasi yang lebih fleksibel, serta memperkokoh legitimasi institusi melalui peningkatan kepercayaan masyarakat.

Selain pembenahan internal, Presiden juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan publik.

Digitalisasi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan transparansi, mempercepat respons terhadap pengaduan masyarakat.

Sekaligus membangun komunikasi publik yang lebih terbuka dan akuntabel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *