Menurut Presiden, perkembangan ancaman di era digital berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Oleh sebab itu, kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan agar Polri mampu menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern.
Mulai dari kejahatan siber hingga kejahatan transnasional.
Presiden menegaskan, Polri masa depan harus menjadi institusi yang adaptif, berbasis data, mampu berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Serta tetap menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.
Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Sumatera Utara berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara yang mewakili Gubernur Sumut.
Unsur Forkopimda, Ketua DPRD Sumut, pejabat utama Polda Sumut, pimpinan instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.
Mengakhiri amanatnya, Presiden mengingatkan bahwa tantangan Polri pada masa mendatang akan semakin berat.
Namun, dengan terus berbenah, menjaga integritas, serta memperkuat kepercayaan publik.
Polri diyakini mampu tampil sebagai institusi yang semakin profesional dan menjadi pilar utama dalam menjaga keamanan serta mendukung terwujudnya Indonesia yang maju.(mps)












