Daerah

Ega Irvanda: Kepemimpinan Darma Wijaya Jadi Tolok Ukur, Mampukah Pemimpin Sergai Berikutnya Pertahankan Kepercayaan Rakyat?

×

Ega Irvanda: Kepemimpinan Darma Wijaya Jadi Tolok Ukur, Mampukah Pemimpin Sergai Berikutnya Pertahankan Kepercayaan Rakyat?

Sebarkan artikel ini

SERGAI I METROSERGAI.com – Kepemimpinan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya dinilai telah memberikan warna tersendiri dalam perjalanan pemerintahan dan kehidupan masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai.

Sosok yang akrab disapa Bang Wiwik itu dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat.

Hal tersebut terlihat dari berbagai aktivitasnya yang kerap bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk kalangan pelajar, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat.

Dalam sebuah pandangan mengenai arah kepemimpinan Sergai ke depan.

Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa Hukum (LPMH) Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, Ega Irvanda.

Menyebut sosok Darma Wijaya telah menjadi salah satu tolok ukur masyarakat dalam menilai seorang pemimpin.

“Bupati dambaan masyarakat adalah sosok yang mampu menjadi role model, dekat dengan rakyat, dan menjadi panutan.

Kepemimpinan Bapak H. Darma Wijaya ini sudah mampu memberi kesan positif bagi masyarakat,” ujar Ega Irvanda.

Menurut Ega, menjadi pemimpin daerah bukan hanya persoalan menjalankan roda pemerintahan.

Lebih dari itu, seorang kepala daerah harus mampu menghadirkan keteladanan, membangun komunikasi dengan masyarakat.

Serta memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.

Pandangan tersebut menjadi penting di tengah perjalanan pemerintahan Sergai saat ini.

H. Darma Wijaya bersama H. Adlin Tambunan telah ditetapkan sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sergai terpilih untuk periode 2025–2030 dan dilantik pada Februari 2025.

Ega menilai, karakter kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat perlu terus dipertahankan dan menjadi bagian dari budaya pemerintahan di Sergai, siapa pun yang nantinya memimpin daerah tersebut.

“Pertanyaannya bukan hanya siapa yang akan memimpin setelah masa kepemimpinan saat ini berakhir.

Tetapi apakah pemimpin berikutnya mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas kepemimpinan yang sudah dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, masyarakat tentu membutuhkan pemimpin yang tidak berjarak dengan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *