MEDAN I METROSERGAI.com – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada siang hari di kawasan Marelan, Kota Medan, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.
Kasus yang sempat viral di media sosial ini dibongkar oleh tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumatera Utara bersama Polres Pelabuhan Belawan.
Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Rabu (22/4), yang dipimpin langsung oleh Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh.
Didampingi Kabid Humas Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan dan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi.
Peristiwa ini bermula dari laporan warga terkait aksi begal yang terjadi pada 15 April 2026 di Jalan Ileng Uki, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.
Korban, Juliana (43), seorang ibu rumah tangga, menjadi sasaran saat baru pulang mengantar anaknya ke sekolah.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB. Dua pelaku yang berboncengan sepeda motor tiba-tiba memepet korban.
Tanpa banyak interaksi, pelaku langsung melukai korban menggunakan senjata tajam jenis cutter, sebelum merampas tas miliknya dan melarikan diri.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sayat di lengan kanan serta kehilangan sejumlah barang berharga.
Aksi nekat di siang hari ini pun memicu keresahan warga, terlebih setelah rekamannya tersebar luas di media sosial.
Menindaklanjuti hal itu, tim kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Olah tempat kejadian perkara dan penelusuran rekaman CCTV menjadi kunci dalam mengidentifikasi para pelaku.
Hasilnya, tiga orang berhasil teridentifikasi. Dua di antaranya, masing-masing berinisial IH (29) dan JS (30), telah diamankan.
IH ditangkap di kawasan Tanjung Morawa, Deli Serdang, pada 20 April 2026.
Sementara JS diringkus sehari kemudian di Aceh Tamiang setelah upaya pengejaran lintas provinsi.
Dari hasil pemeriksaan, JS diduga sebagai otak pelaku, sedangkan IH berperan sebagai eksekutor di lapangan dengan mengemudikan sepeda motor dan mendekati korban.
Polisi juga mengungkap bahwa kedua tersangka merupakan residivis, yang memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.












