Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Matauli Fitri Krisnawati Tandjung mengatakan, sertifikasi International Baccalaureate (IB) Diploma Programme yang diraih SMA Negeri 1 Matauli Pandan menjadi tonggak sejarah bagi dunia pendidikan Indonesia. Pencapaian tersebut menjadikan SMA Negeri 1 Matauli Pandan sebagai sekolah negeri pertama di Indonesia, sekaligus sekolah negeri pertama di Sumatera Utara, yang memperoleh otorisasi penyelenggaraan IB Diploma Programme.
Ia menyampaikan, berbagai tantangan yang pernah dihadapi Kabupaten Tapanuli Tengah, termasuk bencana alam, tidak menyurutkan semangat untuk terus memajukan dunia pendidikan.
Dengan diperolehnya sertifikasi tersebut, Yayasan Matauli berharap setiap angkatan siswa mampu meraih prestasi terbaik. Salah satu target yang terus diupayakan adalah meningkatnya jumlah siswa yang memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri, sekaligus membuka lebih banyak peluang memperoleh beasiswa, termasuk beasiswa penuh.
Fitri juga menegaskan Yayasan Matauli berkomitmen untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dengan ekosistem sekolah unggulan guna meningkatkan kualitas tenaga pendidik serta bersama-sama membangun pendidikan yang mampu mencetak generasi muda Indonesia yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing global.
Turut mendampingi Gubernur Sumut pada pertemuan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap serta Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga. **












