Menurutnya, keberadaan Dekranasda harus mampu memberikan dampak nyata bagi para perajin dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Karena itu, hasil pembahasan dalam Rakerda diharapkan tidak berhenti pada tataran program, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya di daerah.
Ia menambahkan, penguatan sektor kerajinan memiliki makna yang lebih luas.
Selain membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, pengembangan produk lokal juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya serta mendorong kreativitas generasi daerah.
Dengan dukungan pembinaan, inovasi desain, peningkatan mutu dan strategi pemasaran yang tepat.
Produk kerajinan Sergai diharapkan mampu tampil lebih kompetitif serta menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Potensi yang dimiliki daerah harus terus kita kembangkan. Perajin bukan hanya didorong menghasilkan produk, tetapi juga perlu dibantu agar mampu membangun nilai tambah dan memperluas pasar,” katanya.
Kehadiran Dekranasda Sergai dalam Rakerda tingkat provinsi sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Dalam menciptakan iklim yang mendukung pertumbuhan industri kerajinan.
Diharapkan, sinergi tersebut dapat melahirkan berbagai program inovatif yang mampu memperkuat posisi perajin lokal, meningkatkan kesejahteraan pelaku IKM dan UMKM.
Sekaligus menjadikan produk kerajinan sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif Kabupaten Sergai.
Turut mendampingi Ketua Dekranasda Sergai, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sergai Roy C. Pane beserta jajaran Dekranasda Kabupaten Serdang Bedagai.(mcs)












