Masih ditempatkan di sejumlah titik pantau serta lokasi pengungsian.
Personel tersebut bertugas memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, menjaga keamanan wilayah, memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sekaligus bersiap membantu proses evakuasi jika terjadi peningkatan aktivitas gunung api.
Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan. Polri bersama Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD dan unsur terkait secara berkala memantau kondisi Gunung Sinabung.
Untuk memastikan setiap perkembangan dapat segera diantisipasi.
Jalan Terdampak Abu Disiram AWC
Dampak abu vulkanik juga mendapat penanganan dari personel di lapangan.
Brimob Polda Sumut bersama personel BKO melakukan penyiraman sejumlah ruas jalan yang terdampak abu vulkanik menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC).
Penyiraman dilakukan untuk mengurangi paparan abu di jalan sekaligus membantu menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat yang masih beraktivitas di sekitar wilayah terdampak.
Selain itu, dukungan pelayanan kesehatan, dapur lapangan, logistik dan sarana operasional juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa penanganan.
“Personel tetap berada di lapangan dan siap bergerak apabila terjadi perubahan situasi.
Prioritas kami adalah memastikan masyarakat aman, kebutuhan pengungsi terpenuhi, dan setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin,” kata Trunoyudo.
Warga Diminta Tak Panik
Polri mengingatkan masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta mengikuti seluruh informasi dan arahan resmi dari petugas di lapangan, pemerintah daerah maupun PVMBG.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, penggunaan masker juga dianjurkan untuk mengurangi dampak paparan abu.
Petugas juga mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang telah dinyatakan berbahaya.
Jika sewaktu-waktu terdapat perintah evakuasi, masyarakat diminta segera mengikuti arahan tanpa menunda.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi jangan lengah.












