Polhukam

Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumut Catat 7.264 Teguran dan Penindakan dalam Sepekan

×

Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumut Catat 7.264 Teguran dan Penindakan dalam Sepekan

Sebarkan artikel ini

Edukasi Menyasar Pelajar hingga Pengemudi Transportasi

Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas dilakukan melalui kegiatan preemtif yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Penyuluhan dan sosialisasi digelar kepada pelajar, orang tua, serta masyarakat di terminal, pasar, kawasan industri, kampus, perkantoran, hingga pusat-pusat aktivitas warga.

Polda Sumut juga membuka ruang dialog mengenai keselamatan berkendara bersama pengemudi ojek daring, kurir, pengemudi angkutan umum, komunitas kendaraan roda dua, serta pelaku usaha transportasi.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diingatkan mengenai pentingnya menggunakan helm berstandar SNI, mengenakan sabuk pengaman.

Tidak menggunakan telepon seluler ketika berkendara, serta menghindari perilaku berbahaya seperti melawan arus dan melampaui batas kecepatan.

Selain edukasi, langkah preventif turut diperkuat melalui pengaturan lalu lintas, penjagaan, pengawalan, dan patroli pada lokasi serta waktu yang dinilai rawan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi petugas.

Personel kepolisian juga ditempatkan di sejumlah titik yang memiliki risiko kecelakaan maupun kemacetan, seperti kawasan sekolah, persimpangan jalan, pasar, dan ruas jalan tertentu.

Bersama instansi terkait, kepolisian melaksanakan pemeriksaan kondisi kendaraan dan pengemudi serta melakukan survei terhadap lokasi rawan kecelakaan dan kemacetan.

Langkah ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi gangguan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Keselamatan Berlalu Lintas Harus Menjadi Budaya

Ferry menegaskan, keberhasilan Operasi Patuh Toba tidak semata-mata diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak.

Perubahan perilaku masyarakat agar semakin disiplin dan mengutamakan keselamatan juga menjadi tujuan penting dari pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Harapan kami, kepatuhan masyarakat tidak hanya muncul saat operasi berlangsung, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Keselamatan di jalan harus menjadi kebutuhan dan kesadaran bersama,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *