Daerah

PKH Medan Makmur Resmi Disalurkan, Rico Waas Serahkan Bantuan Untuk 10 Ribu Warga Lansia dan Disabilitas

×

PKH Medan Makmur Resmi Disalurkan, Rico Waas Serahkan Bantuan Untuk 10 Ribu Warga Lansia dan Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur kepada masyarakat Kota Medan, khususnya penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) yang belum pernah menerima bantuan pemerintah.(diskominfo medan)

METROSERGAI.COM, Medan–Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur kepada masyarakat Kota Medan, khususnya penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) yang belum pernah menerima bantuan pemerintah.

Penyaluran secara simbolis dilakukan di Hotel Madani Medan, Rabu (23/9/2026). PKH Medan Makmur merupakan program unggulan Rico Waas guna memastikan masyarakat yang selama ini belum tersentuh bantuan tetap mendapatkan perhatian dan dukungan.

Pada tahap pertama, PKH Medan Makmur menyasar 10.000 penerima manfaat. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp200.000 per bulan.

Karena bantuan mulai dihitung sejak Juni hingga September 2026, penerima pada penyaluran perdana menerima sekaligus Rp800.000. Penyaluran ini bekerja sama dengan pihak perbankan, khususnya Bank Sumut, setelah seluruh proses verifikasi data diselesaikan.

“Hari ini kita serahkan langsung bantuan PKH Medan Makmur. Sebanyak 125 warga yang hadir secara simbolis dan langsung bisa membawa pulang dananya sebesar Rp800.000 untuk akumulasi empat bulan,” ujar Rico Waas yang hadir didampingi segenap Pimpinan Perangkat Daerah diantaranya Aspem Muhammad Sofyan, Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane dan Camat se- Kota Medan.

Rico Waas mengatakan, program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya lansia dan penyandang disabilitas di Kota Medan yang hidup dalam kondisi sulit, bahkan tidak memiliki penghasilan dan perhatian keluarga.

“Kita melihat begitu banyak masyarakat yang masih belum tersentuh bantuan secara langsung dari pemerintah. Terutama para penyandang disabilitas dan juga para lansia,” kata Rico.

Ia mengungkapkan, dari hasil temuan di lapangan, masih terdapat lansia yang hidup seorang diri, tidak memiliki penghasilan, bahkan tidak mendapatkan perhatian dari keluarga.

“Kita menemukan banyak sekali lansia. Kalau ditanya, ‘sudah pernah dapat bantuan?’, jawabannya belum. Mereka mengatakan, ‘Saya sudah lansia, saya janda, saya tidak pernah dapat perhatian, saya tidak ada keluarga, saya tidak ada pekerjaan’,” ungkap Rico Waas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *