“Ini salah satu jembatan yang direvitalisasi oleh Polrestabes Medan.
Panjangnya kurang lebih 20 meter dan dapat dipergunakan untuk kendaraan dengan beban kurang lebih 15 ton,” jelas Whisnu.
Dengan kembali berfungsinya jembatan tersebut, warga tidak perlu lagi mengandalkan jalur alternatif yang lebih jauh.
Mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien, baik untuk keperluan pendidikan, perdagangan maupun aktivitas ekonomi lainnya.
Whisnu berharap pembangunan serupa dapat terus dilakukan di berbagai daerah yang membutuhkan akses penghubung.
“Kami berharap bisa membangun jembatan-jembatan lainnya sehingga jembatan yang kita bangun ini dapat berguna bagi masyarakat, baik untuk sekolah, bisnis maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.
Polri Bangun 895 Jembatan di 30 Polda
Program Jembatan Merah Putih Presisi juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam membantu mempercepat pemerataan akses masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Dalam peresmian secara virtual tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan kepada Presiden Prabowo.
Bahwa Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda.
Dari total tersebut, sebanyak 874 jembatan telah selesai dikerjakan, 17 jembatan masih dalam proses pembangunan, sementara empat lainnya berada dalam tahap perencanaan.
Jembatan yang telah rampung memiliki total panjang sekitar 19,2 kilometer dan menghubungkan sebanyak 1.314 desa.
Keberadaan infrastruktur tersebut diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 2 juta masyarakat, mulai dari pelajar, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM hingga masyarakat umum.
“Memberikan manfaat bagi 2 juta orang mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM hingga masyarakat umum,” kata Listyo dalam konferensi virtual bersama Presiden Prabowo.
Pembangunan Akan Dilanjutkan
Dengan 75 jembatan yang telah dibangun dan direvitalisasi, Polda Sumut turut mengambil bagian dalam program nasional tersebut.
Pembangunan diharapkan mampu memperluas konektivitas masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.












