MEDAN I METROSERGAI.com – Kehadiran kepolisian di kawasan Pelabuhan Belawan tidak hanya diarahkan untuk menjaga keamanan dan mengatur arus kendaraan.
Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas juga dilakukan melalui pendekatan edukatif dengan menghadirkan ruang literasi bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Pos Literasi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pelabuhan Belawan oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., Kamis (5/11/2026).
Groundbreaking berlangsung di kawasan Taman Buaya, Jalan Raya Pelabuhan, Simpang Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan.
Pos tersebut dirancang bukan sekadar sebagai tempat pelayanan lalu lintas, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang mendekatkan polisi dengan masyarakat.
Kapolda Sumut mengatakan, keberadaan Pos Literasi memiliki arti penting bagi Belawan.
Pasalnya, kawasan ini merupakan salah satu jalur vital yang menopang aktivitas perekonomian Sumatera Utara karena terhubung langsung dengan Pelabuhan Belawan dan arus distribusi barang.
Menurutnya, kelancaran kendaraan logistik yang keluar maupun menuju kawasan pelabuhan harus menjadi perhatian utama jajaran Satlantas.
“Anda harus bisa memastikan kelancaran lalu lintas mobil pengangkut barang dari dan menuju pelabuhan.
Jika lalu lintas pengangkutan barang dari dan keluar pelabuhan macet, maka hal itu akan mengganggu perekonomian, baik lokal maupun nasional,” tegasnya.
Ia menilai, gangguan lalu lintas di kawasan pelabuhan tidak hanya berdampak terhadap pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menghambat rantai distribusi barang.
Karena itu, personel kepolisian dituntut mampu memberikan pelayanan sekaligus menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan lancar.
Bukan Sekadar Pos Lalu Lintas
Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan AKP Andi Krismanto Barus, S.H., M.H., menjelaskan, konsep Pos Literasi sengaja dibuat dengan fungsi yang lebih luas.
Selain menjadi lokasi pelayanan dan pengamanan lalu lintas, pos tersebut akan memiliki ruang baca yang dapat dimanfaatkan anak-anak maupun masyarakat sekitar.












