JAKARTA I METROSERGAI.com – Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi secara menyeluruh tanpa pengecualian.
Ia menyebut praktik korupsi sebagai ancaman serius yang merusak fondasi negara dan harus dilawan dengan langkah tegas.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari Anggota DPD RI Paul Finsen Mayor.
Ia menilai komitmen presiden bukan sekadar wacana, melainkan agenda prioritas yang wajib dikawal bersama oleh seluruh elemen bangsa.
“Ini langkah penting.
Kami di DPD mendukung penuh sikap tegas Presiden.
Tidak boleh ada toleransi bagi pelaku korupsi di level mana pun,” ujar Paul Finsen Mayor, Minggu (19/4/2026).
Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran penegak hukum di wilayah timur Indonesia.
Khususnya Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat dan Kapolda Papua Barat Daya, yang dinilai serius dalam membongkar praktik korupsi di daerah.
Menurutnya, gerakan pemberantasan korupsi harus berjalan selaras antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pusat dalam menyelamatkan keuangan negara harus diikuti oleh langkah konkret di daerah.
“Kalau di pusat sudah mampu mengamankan triliunan rupiah, daerah juga harus berani.
Bongkar praktik korupsi di proyek, perizinan sumber daya alam, hingga BUMD.
Tidak boleh ada yang kebal hukum,” tegasnya.
Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo telah memaparkan arah kebijakan pemberantasan korupsi yang mencakup tindakan tanpa pandang bulu.
Penyelamatan aset negara, hingga dorongan pemberian hukuman berat bagi koruptor.
Ia juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi untuk menutup celah penyimpangan anggaran.
Selain itu, presiden mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut berperan aktif dalam pengawasan dengan memanfaatkan teknologi digital.
Paul Finsen Mayor pun mengamini hal tersebut.
Ia mendorong masyarakat Papua untuk tidak ragu melaporkan dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Ini momentum untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang benar-benar bersih.












