METROSERGAI.COM, Medan- Masyarakat Medan dan sekitarnya memadati kawasan Lapangan Merdeka Medan untuk menghadiri malam hiburan rakyat bertajuk Pesona Colorful Medan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-436 Kota Medan, Sabtu (4/7/2026) malam.
Berbagai pertunjukan seni budaya, hiburan musik, bazar UMKM, hingga pemecahan rekor dunia menjadi daya tarik utama dalam perayaan tersebut.
Perhelatan ini diwarnai dengan pagelaran alat musik tradisional Karo, kulcapi, yang dimainkan secara serentak oleh 100 peserta. Penampilan yang didominasi remaja dan anak-anak itu sukses mengantarkan Pemko Medan meraih pengakuan Rekor Dunia dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Pagelaran Kulcapi oleh Peserta Terbanyak di Dunia.
Dalam acara yang dihadiri antara lain oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Medan Airin Rico Waas, dan Sekda Wiriya Alrahman, serta segenap pimpinam perangkat daerah itu, Senior Manajer Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI), Triyono, menjelaskan, usulan yang semula diajukan hanya untuk pencatatan rekor Indonesia, akhirnya ditetapkan sebagai rekor dunia setelah melalui proses verifikasi.
“Awalnya kegiatan ini diajukan agar dapat dicatat sebagai rekor Indonesia. Namun pada hari ini Museum Rekor-Dunia Indonesia tidak bisa mencatat kegiatan ini sebagai rekor Indonesia karena MURI akan mencatatnya sebagai rekor dunia,” ujarnya.
Menurut Triyono, capaian tersebut bukan sekadar soal jumlah peserta, tetapi juga menunjukkan komitmen Kota Medan dalam melestarikan budaya Nusantara.
“Seratus pemain kulcapi bukan sekadar angka. Seratus artinya seratus alasan untuk mencintai budaya Indonesia. Pemerintah Kota Medan telah memberikan contoh bagaimana cara merawat dan melestarikan budaya Nusantara,” katanya.
Atas pencapaian itu, MURI menganugerahkan Piagam Penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia Nomor 12790/R.MURI/VII/2026 kepada Pemerintah Kota Medan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, kemeriahan HUT Kota Medan harus menjadi momentum memperkuat rasa cinta terhadap kota sekaligus menjaga warisan budaya yang dimiliki.












