“Yang penting bisa dimanfaatkan, masyarakatnya layak, hidupnya semakin berkualitas, jadi sehat di dalam rumahnya, anak-anak bisa belajar, bisa tidur dengan tenang,” ujarnya.
Rico Waas mencontohkan salah satu rumah yang ditinjau. Rumah tersebut telah ditempati secara turun-temurun dan selama sekitar 60 tahun tidak pernah berubah menjadi bangunan tembok. Karena kondisinya dinilai layak mendapat bantuan, rumah itu kemudian masuk dalam program rehabilitasi.
“Alhamdulillah bisa dibenahi, akhirnya bisa dipergunakan,” katanya.
Rico Waas menjelaskan, usulan penerima program tidak datang langsung dari dirinya, melainkan melalui kelurahan. Usulan tersebut dibahas melalui musyawarah di tingkat kelurahan sebelum disampaikan untuk masuk dalam program rehabilitasi RTLH Pemko Medan.
Dengan program tersebut, Pemko Medan tidak hanya menargetkan perbaikan fisik rumah, tetapi juga memastikan warga memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan mendukung kualitas kehidupan keluarga, termasuk kenyamanan anak-anak untuk belajar dan beristirahat.***












