“Kepala sekolah dan tenaga pendidik bukan lagi sekadar status guru dan murid. Mereka adalah orang tua dan sahabat bagi anak-anak. Saya melihat sendiri bagaimana Ibu Kepala Sekolah memosisikan diri sebagai bunda bagi mereka. Pendekatan seperti inilah yang membuat anak nyaman dalam menerima pembelajaran,”pungkasnya.
Sementara itu Kepala UPT SMP N 1 Medan Rohanim mengungkapkan, peran Kepala Sekolah kini dituntut bukan hanya sebagai manajer, melainkan sebagai pengayom yang mampu menciptakan kedekatan emosional di lingkungan satuan pendidikan.
“kunci utama keberhasilan pembelajaran terletak pada suasana yang menyenangkan. Hal ini hanya bisa dicapai jika seorang pemimpin sekolah mampu menyentuh sisi emosional seluruh warga sekolah,”ungkapnya.
Meskipun prestasi akademik tetap menjadi perhatian, namun bagi Rohanim kedekatan emosional dianggap sebagai fondasi yang jauh lebih penting dalam implementasi deep learning.
“Dengan pendekatan yang dilakukan dengan hati, diharapkan proses belajar-mengajar tidak lagi menjadi beban, melainkan sebuah pengalaman yang dilakukan dengan penuh semangat dan menggembirakan bagi guru dan anak-anak didik,”harapnya.
Upacara Hardiknas yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Pimpinan Perangkat Daerah beserta Camat sekota Medan.***












