“Oh kalau di jarak rumah dengan sekolah SD yang selain ini itu ada dua jam perjalanan, jalan kaki,” kata Yarni.
Mayoritas masyarakat di sekitar sekolah merupakan keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Karena itu, sebagian anak harus berjalan kaki dari rumah menuju sekolah.
Hal serupa disampaikan Yarma Harefa, salah seorang orang tua siswa. Ia memilih SD Negeri Lasara karena lokasinya dekat dengan rumah, sementara dirinya tidak memiliki sepeda motor untuk mengantar anak ke sekolah yang lebih jauh.
“Kami memilih sekolah SD Negeri Lasara ini karena rumah saya juga dekat dari sini. Kalau kami memilih sekolah yang jauh, tentunya kami terbatas untuk mengantar, dan kemudian kami juga tidak ada motor untuk mengantar anak-anak kami,” kata Yarma.
Yarma pun mengapresiasi rencana Gubernur Bobby Nasution membangun gedung sekolah tersebut. Ia berharap pembangunan fasilitas pendidikan itu dapat segera direalisasikan sehingga para siswa dapat belajar dengan lebih nyaman.
“Ya, jadi kami berharap dari Bapak Gubernur dengan kedatangannya hari ini mudah-mudahan bisa membangun ruang belajar yang lebih nyaman, yang lebih baik daripada yang digunakan saat ini,” kata Yarma.
Senada dengan Yarma, Yarni Hulu kembali menyampaikan rasa terima kasihnya. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap SD Negeri Lasara sangat berarti bagi masyarakat karena sekolah tersebut berada dekat dengan permukiman warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur karena di sekolah kami di sini di SD Lasara sudah ada partisipasi, sudah diperhatikan, sudah ada perhatian khususnya pemerintah,” kata Yarni.
Gubernur Bobby Nasution meninjau SD Negeri Lasara. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur melihat langsung kondisi ruang kelas dan fasilitas sekolah yang digunakan para siswa.
Bobby juga menyapa para siswa di ruang kelas. Kehadiran Gubernur disambut antusias para siswa yang tampak gembira dapat bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan orang nomor satu di Sumatera Utara tersebut.**












