MEDAN I METROSERGAI.com – Ada cara berbeda yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara dalam mengajak masyarakat semakin disiplin di jalan raya.
Di tengah pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026, pengendara yang tertib justru mendapat kejutan berupa makanan ringan dan minuman dari petugas.
Apresiasi sederhana tersebut diberikan kepada pengendara yang melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas.
Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian untuk membangun kesadaran bahwa kepatuhan berlalu lintas juga layak mendapatkan penghargaan.
Namun, pendekatan humanis itu tidak berarti menghilangkan ketegasan.
Petugas tetap melakukan penindakan terhadap pengendara yang ditemukan melanggar aturan, mulai dari teguran hingga pemberian tilang sesuai dengan jenis pelanggaran.
Hingga memasuki hari ke-11 Operasi Patuh Toba 2026, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Lantas Polda Sumut mencatat 20.749 kegiatan teguran dan penindakan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.932 merupakan teguran, kemudian 1.560 tilang manual, serta 257 penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile.
Sedangkan penindakan melalui ETLE Statis tercatat nihil.
Angka penindakan pada hari ke-11 juga menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Dalam satu hari, tercatat 4.934 kegiatan, terdiri dari 4.695 teguran, 215 tilang manual dan 24 penindakan melalui ETLE Mobile.
Jumlah tersebut meningkat hingga 131,4 persen jika dibandingkan periode yang sama pada pelaksanaan Operasi Patuh tahun 2025 yang mencatat 2.132 kegiatan.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan pemberian makanan ringan dan minuman kepada pengendara yang tertib merupakan salah satu bentuk apresiasi kepolisian kepada masyarakat.
Menurutnya, Operasi Patuh tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas.
Lebih dari itu, operasi tersebut juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat agar tertib berkendara atas dasar kesadaran sendiri.












