Di akhir sambutannya, Bobby mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum jambore untuk memperluas persahabatan dan membangun jejaring yang kelak menjadi modal membangun daerah.
“Percayalah, malam ini kita bertemu sebagai para pelajar Sumatera Utara di Jambore Daerah. Beberapa tahun ke depan, kalian akan kembali bertemu sebagai orang-orang hebat yang membangun Sumatera Utara,” katanya.
Usai upacara, Bobby memberikan kesempatan kepada sejumlah peserta menyampaikan kondisi dan persoalan yang mereka hadapi di daerah masing-masing. Salah seorang peserta asal Kabupaten Mandailing Natal menceritakan perjuangannya mengikuti Jamdasu. Sepulang sekolah, ia bekerja di warung bakso mulai pukul 17.00 hingga 24.00 agar dapat mengikuti jambore.
“Banyak teman bertanya mengapa saya bekerja sekeras itu hanya untuk mengikuti jambore. Tapi saya ingin bisa hadir di sini untuk mendapatkan pengalaman dan melatih kedisiplinan,” ungkapnya.
Selain kisah tersebut, Bobby juga mendengarkan aspirasi peserta dari Kabupaten Nias Barat dan Nias Selatan. Mereka menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari kondisi infrastruktur, keterbatasan layanan kesehatan, hingga harapan agar sektor pendidikan di daerahnya mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Bobby memastikan seluruh masukan akan didata dan menjadi perhatian pemerintah, termasuk peserta yang berasal dari daerah terdampak bencana.
“Kami akan mencatat nama-nama adik-adik yang telah berani menyampaikan kondisi dan harapannya,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Bobby juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mendukung keberlanjutan pendidikan para peserta.
“Kami ingin memastikan adik-adik bisa terus melanjutkan pendidikan sampai universitas. Mudah-mudahan cita-cita yang diperjuangkan, termasuk pengorbanan orang tua, dapat terwujud. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memberikan beasiswa hingga perguruan tinggi bagi kalian,” tutup Bobby.












