Menurut Rico Waas, kondisi geografis Kompleks BTN saat ini sudah sangat kompleks dan perlahan beralih menyerupai rawa. Hal ini terlihat dari indikator air pembuangan di sekitar pemukiman dan tempat ibadah yang sudah menggenang konstan, berlumut, hingga berwarna hijau pekat.
Oleh karena itu, selain pembenahan fisik yang membutuhkan anggaran besar secara bertahap, ia juga meminta pihak Kecamatan untuk segera melakukan pendataan elevasi (ketinggian) seluruh rumah warga sebelum opsi peninggian jalan sekunder dieksekusi.
“Terkait keluhan jalan rusak akibat genangan, saat ini proses tender telah berjalan. Dalam waktu dekat, material akan diuji coba untuk langsung mengeblog beton jalan utama dari ujung depan hingga ke area masjid”, jelas Rico Waas.
Selain penanganan banjir dan perbaikan jalan rusak, Rico Waas juga menanggapi keluhan warga terkait LPJU mati yang dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya tindakan kriminal seperti begal.
Seperti yang disampaikan Titi, warga Medan Labuhan. Menurutnya lampu jalan diwilayah tempat tinggalnya banyak yang mati bahkan tidak ada lampunya karena dicuri. Warga merasa khawatir jika tidak ada lampu apalagi jika beraktifitas di malam hari.
“Saya minta Kadis Perhubungan segera perbaiki lampu jalan yang mati atau rusak. Bahkan untuk keluhan tiang listrik yang sudah tidak layak segera koordinasikan ke PLN untuk segera diganti,” tegas Rico Waas.
Selanjutnya, Sipahutar warga Medan Labuhan, mengeluhkan jarak yang cukup jauh jika warga disini akan mengurus Adminduk. Untuk itu dirinya berharap akan ada Mal Pelayanan Publik di wilayah ini agar mempermudah warga.
“Kami juga meminta bantuan kepada bapak Wali Kota Medan untuk dapat membantu warga dalam hal lapangan pekerjaan. Karena kita ketahui disini banyak pabrik dan warga disini khusus generasi muda kesulitan mencari pekerjaan,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Rico Waas menyampaikan dimasa kepemimpinannya, pengurusan Adminduk khususnya Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sudah dapat dilakukan di kantor Kecamatan masing-masing.












