LANGKAT I METROSERGAI.com – Koalisi Mahasiswa Merah Putih (KMMP) menegaskan komitmennya.
Untuk terus mengawal penanganan dugaan mega korupsi pengadaan smartboard di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.
Organisasi mahasiswa tersebut mendesak aparat penegak hukum agar mengusut kasus hingga tuntas dan tidak berhenti pada tersangka yang telah ditetapkan.
KMMP menilai dugaan penyimpangan anggaran dalam proyek pengadaan smartboard bukan sekadar persoalan administratif.
Melainkan tindakan yang merugikan dunia pendidikan dan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara.
Koordinator KMMP, Ega Irvanda, menegaskan bahwa Kejaksaan harus berani mengembangkan perkara apabila ditemukan keterlibatan pihak lain.
Termasuk oknum berinisial MN yang disebut-sebut dalam pusaran kasus tersebut.
“Kami meminta aparat penegak hukum bertindak profesional dan transparan.
Jika memang ditemukan bukti keterlibatan pihak lain, maka harus segera dipanggil dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Ega, Rabu (07/05/2026).
Menurut KMMP, dugaan korupsi pada sektor pendidikan memiliki dampak yang sangat serius.
Karena anggaran yang semestinya digunakan untuk menunjang fasilitas belajar siswa justru diduga disalahgunakan demi kepentingan tertentu.
Selain meminta pengembangan kasus, KMMP juga mendesak Kejaksaan untuk menelusuri aliran dana.
Dalam proyek tersebut serta membuka perkembangan proses hukum secara terbuka kepada publik.
Transparansi dinilai penting agar masyarakat tetap percaya terhadap penegakan hukum yang sedang berjalan.
Tak hanya menyampaikan tuntutan, KMMP juga menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
Apabila penanganan perkara dianggap lamban dan tidak menunjukkan perkembangan yang jelas.
“Mahasiswa tidak boleh diam ketika dugaan korupsi di sektor pendidikan terjadi.
Jika proses hukum berjalan lambat, kami siap turun ke jalan sebagai bentuk kontrol sosial,” lanjutnya.
KMMP menegaskan akan terus mengawal kasus dugaan korupsi smartboard di Langkat.












