Lifestyle

Mahasiswa Didorong Jadi Pelopor Smart Farming, Bupati Sergai Soroti Peran Kampus dalam Transformasi Ekonomi

×

Mahasiswa Didorong Jadi Pelopor Smart Farming, Bupati Sergai Soroti Peran Kampus dalam Transformasi Ekonomi

Sebarkan artikel ini

MEDAN I METROSERGAI.com – Perayaan Milad ke-68 Universitas Al-Washliyah Medan menjadi momentum penting untuk menegaskan peran strategis dunia akademik dalam pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, tampil sebagai narasumber utama dengan membawa gagasan besar tentang transformasi ekonomi berbasis kerakyatan.

Mengusung tema “Transformasi Ekonomi Kerakyatan: Menuju Sergai yang Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan,”.

Darma Wijaya menekankan bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan pusat lahirnya ide dan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan.

“Jika kita bicara tentang kemajuan bangsa, maka perguruan tinggi adalah dapurnya,” ujarnya di hadapan sivitas akademika.

Dalam pemaparannya, ia menguraikan visi pembangunan Kabupaten Sergai periode 2025–2030 yang berfokus pada penguatan fondasi transformasi pembangunan.

Sektor pertanian dan peternakan disebut sebagai tulang punggung ekonomi daerah yang harus terus diperkuat melalui inovasi dan teknologi.

Lebih lanjut, Darma Wijaya menjelaskan dua pilar utama dalam strategi pembangunan tersebut.

Pertama, digitalisasi birokrasi guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan efisien.

Kedua, pembangunan infrastruktur terpadu untuk memperlancar konektivitas antarwilayah, sehingga hasil pertanian masyarakat dapat lebih mudah menjangkau pasar.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dan mekanisasi pertanian.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran krusial sebagai agen perubahan yang mampu membawa teknologi langsung ke desa-desa melalui konsep smart farming.

“Generasi muda harus hadir sebagai penggerak inovasi, membantu petani dan peternak agar mampu bersaing di pasar global,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya ketahanan ekonomi berbasis potensi lokal.

Integrasi sektor pertanian dan peternakan dinilai menjadi strategi efektif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta gangguan rantai pasok.

Dalam aspek keberlanjutan, Darma Wijaya mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *