Ia mendorong penggunaan pupuk organik serta pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan sebagai bagian dari praktik pertanian modern.
Selain itu, ia mengajak Universitas Al-Washliyah Medan untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam penelitian dan pengabdian masyarakat.
Beberapa bidang yang menjadi fokus antara lain pengembangan integrasi sapi-sawit, hilirisasi produk pertanian, hingga optimalisasi BUMDes berbasis digital.
Menutup orasinya, Darma Wijaya memberikan pesan tegas kepada mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha di sektor pertanian.
“Pertanian dan peternakan adalah sektor yang tidak akan pernah mati selama manusia masih membutuhkan makanan,” pungkasnya.(mcs)












