Untuk pembenahan rumah ibadah, Rico Waas meminta pengurus masjid menyampaikan proposal melalui camat kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcitaru). Pemko Medan siap membantu pembenahan rumah ibadah hingga Rp50 juta.
Persoalan banjir juga menjadi perhatian. Dari peninjauan di kawasan Pasar 4 Timur, ditemukan sejumlah gang permukiman warga belum memiliki drainase.
Rico Waas meminta camat mendata seluruh gang tersebut untuk diusulkan melalui Musrenbang agar pembangunan drainase dapat dilakukan bertahap dan saling terkoneksi.
“Kita ingin Marelan ini semakin layak dan nyaman ditinggali. Gang-gang yang belum ada drainasenya didata satu per satu, kita ajukan di Musrenbang agar terkoneksi secara bertahap,” jelasnya.
Penataan dan pelebaran drainase di jalan utama akan dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sementara kebutuhan benteng penahan luapan air serta perbaikan pintu klep di sepanjang aliran Sungai Deli, Bedera, dan Belawan akan diajukan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS).
Untuk pengerjaan paving block setelah perbaikan drainase di Pasar 2 Timur yang sempat tertunda, materialnya saat ini sedang dalam proses pencetakan oleh UPT terkait dan ditargetkan rampung sekitar tiga minggu.
Di bidang pendidikan, Pemko Medan menindaklanjuti persoalan keselamatan dan kondisi fasilitas sekolah. Pembuatan marka jalan, zebra cross, dan pembatas jalan di depan SD 060944 akan ditangani Dinas Perkimcitaru.
Pengamanan jalur utama di pertigaan jalan besar akan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara untuk membantu penyeberangan siswa.
Dinas Pendidikan dan Dinas Perkimcitaru juga diminta melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi atap sekolah berbahan asbes yang bocor dan ambruk agar penanganan fisiknya dapat segera direalisasikan.
Di sektor kesehatan, Rico Waas menyampaikan komitmen Pemko Medan membenahi Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di kawasan Marelan, antara lain di Labuhan Deli, Rengas Pulau, dan Tanah 600.












