Saat ini, ASEPHI menaungi sekitar 2.000 anggota aktif dalam program ekspor, dengan INACRAF sebagai pameran unggulan utamanya.
“Setiap pameran INACRAF digelar, pengunjung yang hadir bisa mencapai hampir 70.000 orang. Terdekat, kami akan menjadwalkan pameran pada 15 Juli di Jogja, yang kemudian diikuti di beberapa daerah lain. Tentu saja, Kota Medan menjadi salah satu target utama kami,” kata RE Nainggolan.
Menurutnya, Kota Medan memiliki potensi besar dalam peta perdagangan nasional. Kehadiran INACRAF di Medan diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual-beli, tetapi juga menjadi wadah transfer teknologi serta peningkatan kapasitas bagi para pengrajin lokal.
“Sampai saat ini kami masih meninjau lokasi yang paling tepat untuk pelaksanaan event tersebut. Kami sangat berharap Pemerintah Provinsi dapat menjadi mitra strategis untuk membantu menentukan lokasi terbaik serta mendukung kesuksesan acara ini,” katanya. **












