Melalui kegiatan sambang desa atau door to door system (DDS), petugas aktif menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat.
Sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba dan dampak negatif aktivitas geng motor bagi generasi muda.
Wilson mengakui bahwa beberapa potensi gangguan keamanan seperti pencurian, begal dan aksi geng motor masih menjadi perhatian serius.
Namun demikian, pihaknya terus meningkatkan langkah pencegahan serta merespons cepat setiap laporan yang disampaikan masyarakat.
“Kami selalu siap menindaklanjuti setiap laporan warga.
Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, misalnya dengan menggunakan kunci ganda pada kendaraan guna mencegah pencurian,” katanya.
Di sisi lain, Polsek Batang Kuis juga memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.
Layanan pembuatan laporan polisi dan surat kehilangan dibuka selama 24 jam tanpa biaya, sementara pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) diberikan sesuai prosedur pada pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Untuk mempercepat penyampaian informasi dari masyarakat, Polsek Batang Kuis juga memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, TikTok hingga layanan pesan WhatsApp.
Selain fokus menjaga kamtibmas, jajaran Polsek Batang Kuis juga aktif melakukan pencegahan dan pemberantasan narkotika.
Melalui penyuluhan di desa dan kelurahan, patroli rutin, serta penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Wilson menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan wilayah tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat.
“Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan dan memberantas narkoba sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Dengan sinergi yang kuat antara polisi dan masyarakat, kami berharap situasi kamtibmas di wilayah Batang Kuis tetap aman dan kondusif,” tutupnya.(mps)












