Bukan semata karena kehormatan membawa Sang Saka Merah Putih, melainkan karena pada hari itu ia merasakan bahwa di tanah rantau sekalipun, persaudaraan tetap menemukan jalannya.
Di bawah kibaran Merah Putih yang gagah, sebuah pelajaran berharga kembali ditegaskan: bahwa Indonesia dibangun bukan hanya oleh kesamaan wilayah, tetapi juga oleh nilai-nilai kekeluargaan yang hidup dalam keberagaman budaya.
Dan pada pagi kemerdekaan itu, di sebuah desa kecil bernama Rambah Jaya, persaudaraan menemukan maknanya yang paling sederhana sekaligus paling indah. (DIN)
Sang Pengibar Merah Putih Ruwaida Sinaga di Perantauan, Sukses Selalu Ya, Nak…












