Tak hanya itu, persoalan minimnya penerangan jalan dan kondisi jalan rusak di kawasan perbatasan juga menjadi perhatian. Rico Waas meminta Dinas Perhubungan segera turun ke lokasi pada hari yang sama.
Warga Lingkungan 9 Kwala Bekala bahkan mengeluhkan banjir yang terjadi hingga tiga kali dalam sebulan. Menanggapi hal ini, pihak kecamatan menyampaikan bahwa normalisasi drainase sepanjang 800 meter menuju Sungai Babura sedang berjalan, serta pemasangan lampu penerangan akan dilakukan segera.
Di sektor layanan kesehatan, warga bernama Agnes mempertanyakan status BPJS yang tidak aktif. Rico memastikan bahwa warga tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan melalui skema Universal Health Coverage (UHC).
“Tidak aktif pun tetap bisa dilayani. Tidak ada alasan untuk tidak dilayani,” tegasnya.
Wali Kota juga meminta Camat Medan Johor Bachtiar dekat dengan warga. “Jadikan mereka keluarga. Keluhan seperti ini harus cepat ditindaklanjuti,” pesannya.
Rico Waas juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Ia meminta warga dan pihak kecamatan yang menghadiri kegiatan itu untuk lebih peduli terhadap kondisi parit dan drainase, serta tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik yang kerap menjadi penyebab utama penyumbatan aliran air.
“Jangan sampai ada lagi sampah plastik menumpuk di parit. Ini harus kita jaga bersama, karena dampaknya kembali ke kita semua, terutama saat hujan,” pungkasnya.***










