”Titipan saya, kalau buat logo jangan pakai AI! Karena dari 180-an itu, ketahuan ada beberapa yang pakai AI soalnya. Tetaplah berkarya secara orisinal, buatlah karya terbaik untuk Kota Medan kita sendiri,” imbau Rico Waas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kelancaran acara ini hingga berhasil menetapkan sang juara utama.
”Alhamdulillah, kegiatan tahun kedua ini telah terlaksana dengan baik. Kita sudah memilih siapa yang menjadi juara kompetisi, di mana seluruh filosofi logo dinilai sangat ketat oleh para juri,” bilang Odi.
Odi mengaku persaingan tahun ini terbilang sangat sengit. Dari total 180 peserta yang mendaftar, tim juri yang terdiri dari para ahli dan akademis menyaringnya menjadi 10 besar desain terbaik. Menariknya lagi, penentu kemenangan akhir berada langsung di tangan Wali Kota Medan.
“Dari 10 besar ini, kita bawa kepada Pak Wali untuk menentukan mana yang paling terbaik. Dari segi bentuk, filosofi, pencahayaan, hingga komposisi warna menjadi penentu utama siapa yang keluar sebagai pemenang,” jelasnya.
Odi juga menambahkan karakteristik logo yang mendominasi tahun ini terletak pada desain benang merah yang sangat kuat, khususnya pada simbolis angka usia Kota Medan yang saling berkesinambungan.
”Karakteristiknya tetap ada tulisan angka yang saling menyambung satu sama lain. Ada gejolak arah ke atas, yang menyimbolkan bahwa Kota Medan adalah kota yang tangguh dan terus maju. Logo ini harus bersinggungan dengan karakter Kota Medan Tangguh dan Kota Medan Maju Untuk Semua,”pungkasnya seraya memastikan logo yang menjadi pemenang merupakan karya orisinil.
Turut hadir dalam acara tersebut, Pimpinan PT. Bank Sumut Kantor Cabang Utama Medan Gama Cherry Al-Halim, Ketua BPD PHRI Sumatera Utara Melky Waas, para Pimpinan Perangkat Daerah beserta Camat Sekota Medan.***












