MEDAN I METROSERGAI.com – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto meminta jajaran Intelijen Keamanan (Intelkam) memperkuat kemampuan deteksi dini.
Dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pesan tersebut disampaikan Whisnu saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Intelkam Polri Tahun Anggaran 2026 di Aula Catur Prasetya Lantai IV Polda Sumut, Rabu (12/8/2026).
Menurut Whisnu, kondisi Sumatera Utara yang memiliki wilayah luas, masyarakat heterogen, aktivitas ekonomi tinggi serta sejumlah objek vital membuat potensi kerawanan kamtibmas cukup kompleks.
Karena itu, fungsi intelijen dituntut mampu membaca perkembangan situasi sebelum berubah menjadi gangguan keamanan.
Ia menegaskan, sebuah gangguan kamtibmas umumnya tidak muncul secara tiba-tiba.
Sebelum terjadi, terdapat berbagai gejala, indikator, isu, jaringan hingga momentum yang dapat dikenali dan dipetakan.
“Deteksi dini, pemetaan kerawanan dan penggalangan menjadi kunci dalam menjaga kamtibmas dan mencegah suatu dinamika berkembang menjadi gangguan yang lebih besar,” ujar Whisnu.
Kapolda kemudian menyinggung aksi unjuk rasa di Kota Medan pada akhir Agustus 2025.
Menurutnya, perkembangan isu yang bermula dari ruang digital kemudian bergerak ke ruang publik hingga memicu mobilisasi massa menjadi pelajaran penting bagi jajaran intelijen.
Dalam situasi tersebut, Polda Sumut dinilai mampu menjaga kondisi tetap terkendali dan termasuk salah satu dari tujuh Polda yang mengalami dampak kerusuhan relatif minim dibandingkan sejumlah daerah lainnya.
Whisnu juga meminta Intelkam tidak hanya fokus pada persoalan keamanan, tetapi turut mencermati perkembangan ekonomi dan sosial yang berpotensi memengaruhi stabilitas daerah.
Ia menyoroti inflasi Sumatera Utara yang pada Juni 2026 tercatat 4,79 persen.
Selain itu, ketersediaan dan distribusi bahan pokok, konflik agraria, sengketa sumber daya alam, peredaran narkoba serta penyakit masyarakat harus menjadi bagian dari pemetaan kerawanan.












