PERBAUNGAN I METROSERGAI.com – Transformasi sektor pertanian di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terus digenjot menuju sistem yang lebih modern dan produktif.
Hal ini ditegaskan Bupati Sergai, Darma Wijaya, saat menghadiri kegiatan Gerakan Percepatan Tanam berbasis Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kamis (30/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik menekankan bahwa modernisasi pertanian tidak hanya sebatas penggunaan alat dan mesin, tetapi juga menuntut perubahan pola pikir petani.
Ia menilai, keberanian untuk meninggalkan metode konvensional menjadi kunci dalam meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraan petani.
Menurutnya, tren di lapangan mulai menunjukkan arah positif, di mana sejumlah petani kini beralih dari komoditas kelapa sawit kembali ke tanaman padi.
Kondisi ini didorong oleh prospek sektor pangan yang semakin menjanjikan, termasuk dukungan harga gabah yang dinilai kompetitif.
“Potensi pertanian kita sangat besar. Bantuan alat harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin.
Peran penyuluh juga penting sebagai pendamping dan pengawas di lapangan,” ujarnya.
Data menunjukkan bahwa produksi padi di Sergai mengalami peningkatan signifikan, dari 333.129 ton pada 2024 menjadi 356.508 ton di tahun 2025.
Dengan penerapan sistem PM-AAS, pemerintah daerah optimistis target produktivitas hingga 10 ton per hektar dapat tercapai.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Sergai terus memperkuat berbagai aspek pendukung.
Mulai dari pembangunan jaringan irigasi, optimalisasi lahan pertanian, hingga penyediaan benih unggul.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pertanian RI, Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa program PM-AAS dirancang untuk meningkatkan kepadatan populasi tanaman.
Melalui pengaturan jarak tanam yang tepat serta pemanfaatan mekanisasi pertanian.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh peran aktif para penyuluh dalam mendampingi petani secara berkelanjutan.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, kami optimistis target 10 ton per hektar bukan hal yang mustahil.












