MEDAN I METROSERGAI.com – Aksi perampokan terhadap seorang pengemudi taksi online di Kota Medan berujung maut.
Riyan Alamsyah (25) tewas setelah dijerat dan dianiaya dua pria yang sebelumnya mengonsumsi sabu.
Ironisnya, kasus tersebut berhasil diungkap polisi dalam waktu kurang dari 24 jam.
Dua pelaku, AP (27), warga Desa Kuala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.
Dan GPM (29), warga Jalan Karya Bakti, Kecamatan Medan Polonia, ditangkap polisi sekitar delapan jam setelah jasad korban ditemukan.
Kasus ini bermula ketika warga menemukan jasad seorang pria di kawasan perkebunan tebu di Jalan Segitiga, Dusun 22.
Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 03.50 WIB.
Korban kemudian diidentifikasi sebagai Riyan Alamsyah, warga Jalan Setia Luhur Link XI, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Medan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Cornelius Mangarahon Simanjuntak mengatakan, laporan awal diterima Polsek Hamparan Perak.
Penyidikan kemudian diperkuat personel Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut bersama Polres Belawan.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap bahwa aksi tersebut telah direncanakan kedua pelaku.
Sehari sebelum jasad korban ditemukan, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, AP dan GPM berada di sebuah warung internet. Keduanya diketahui menggunakan sabu.
Setelah narkotika yang mereka miliki habis, keduanya disebut masih ingin mengonsumsi sabu, namun tidak mempunyai uang.
Dari situlah muncul rencana untuk merampok pengemudi taksi online.
AP kemudian mengusulkan agar mereka memesan layanan transportasi daring, lalu menjerat pengemudinya menggunakan ikat pinggang.
Rencana pertama gagal. Kedua pelaku membatalkan pesanan setelah melihat pengemudi yang datang memiliki tubuh tegap.
Mereka kembali memesan kendaraan hingga akhirnya datang mobil Daihatsu Ayla yang dikemudikan Riyan.
Kedua pelaku kemudian masuk ke dalam mobil. Dalam perjalanan, mereka menyadari bahwa foto pengemudi pada aplikasi tidak sesuai dengan korban.












