Petugas dilempari batu ketika berusaha mencapai barak-barak yang berada di bantaran rel.
Situasi kemudian berhasil dikendalikan setelah polisi mengeluarkan beberapa tembakan peringatan ke udara.
Rafli mengatakan, kondisi geografis lokasi menjadi salah satu tantangan dalam operasi tersebut.
Petugas harus melewati gang sempit hingga menaiki tangga untuk mencapai barak yang berada di sekitar bantaran rel.
“Untuk menuju tempat ini tidak mudah.
Kami harus melewati gang sempit dan bahkan harus menaiki tangga karena barak narkoba terletak di bantaran rel kereta.
Kami juga sempat diserang oknum warga, meskipun akhirnya berhasil mengendalikan keadaan,” jelasnya.
Setelah lokasi berhasil dikuasai, petugas kemudian membongkar dan membakar sejumlah barak yang diduga digunakan sebagai tempat aktivitas narkoba.
Polrestabes Medan menegaskan kawasan tersebut akan terus dipantau.
Polisi juga memastikan tindakan tegas akan kembali dilakukan apabila ditemukan aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di lokasi itu.
“Kami berkomitmen untuk seluruh pelaku, baik pengedar maupun bandar.
Seluruh jaringan akan kami putus dan hukum akan tetap kami tegakkan,” pungkas Rafli.(mps)












