Polhukam

Tiga Hari Mogok, Ratusan Buruh PT Sidojadi Tuntut Bonus dan Hak Normatif

×

Tiga Hari Mogok, Ratusan Buruh PT Sidojadi Tuntut Bonus dan Hak Normatif

Sebarkan artikel ini

SERGAI I METROSERGAI.com – Ratusan pekerja PT Sidojadi Perkebunan Sei Parit menggelar aksi mogok kerja di depan kantor kebun perusahaan.

Di Desa Sei Parit, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Kamis (4/6/2026).

Aksi yang dikawal Federasi Serikat Pekerja Perkebunan dan Pertanian Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP.PP-SPSI) Kabupaten Sergai itu.

Merupakan bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan perusahaan yang dinilai belum memenuhi hak normatif para pekerja.

Ketua FSP.PP-SPSI Sergai, Gober Hermanto, memimpin langsung aksi bersama jajaran pengurus PC dan PD FSP.PP-SPSI serta pengurus PUK se-Kabupaten Sergai.

Mereka menegaskan aksi mogok kerja direncanakan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (6/6/2026) sebagai gelombang awal perjuangan buruh.

Dalam aksinya, para pekerja menyuarakan sejumlah tuntutan.

Mulai dari pembayaran bonus sebesar dua bulan gaji hingga permintaan agar Buruh Harian Lepas (BHL) yang sebelumnya diberhentikan dapat dipekerjakan kembali.

Tak hanya itu, pekerja juga menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan yang selama ini menjadi keluhan di lingkungan perusahaan.

Salah satu tuntutan utama ialah penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang dinilai belum diberikan secara layak kepada pekerja.

Massa aksi juga mempertanyakan status sejumlah pekerja BHL yang telah lanjut usia.

Bahkan mencapai sekitar 70 tahun, namun belum diangkat menjadi pekerja dengan status Syarat Kerja Umum (SKU).

“Kami mendesak seluruh pekerja BHL maupun PKWT segera didaftarkan dalam program BPJS Kesehatan.

Dan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan perundang-undangan,” ujar Gober Hermanto kepada wartawan.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut sudah berulang kali disampaikan kepada pihak manajemen.

Namun hingga kini belum mendapat penyelesaian yang memuaskan.

“Ini merupakan hak pekerja yang wajib dipenuhi perusahaan.

Kami berharap ada perhatian serius agar persoalan ini tidak terus berlarut,” tegasnya.

Aksi mogok kerja tersebut juga mendapat dukungan solidaritas dari Organisasi Kepemudaan Pemuda Pancasila Kecamatan Seirampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *