“Banyak negara-negara yang belum selesai terkait fondasi bangsanya, bahkan ada negara yang menginstal ulang atau merekonstruksi, bahkan merevolusi.
Kita bangsa Indonesia sudah selesai pokok-pokok pikiran besar bangsa, dasar-dasar Pancasila, undang-undang, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kita sebagai bangsa dan negara harus bersyukur karena fondasi bangsa kita kuat,” tuturnya.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan tidak cukup hanya disampaikan dalam forum resmi.
Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, dan mengutamakan kepentingan bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Ajak Generasi Muda Cintai Tanah Air
Pada akhir arahannya, Badikenita Sitepu mengajak seluruh peserta, khususnya generasi muda, untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air.
Ia menegaskan bahwa rasa memiliki terhadap Indonesia merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga negara.
“Mencintai tanah air adalah hukum alam. Marilah kita mencintai negara kita dengan sepenuh hati serta segenap jiwa dan raga kita.
Karena satu-satunya warisan yang kita miliki dari nenek moyang kita adalah negeri yang kita cintai, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Badikenita menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota MPR RI.
Dalam membumikan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Dengan demikian, wawasan kebangsaan semakin tumbuh dan karakter generasi penerus bangsa semakin kuat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sosialisasi berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari peserta.
Masyarakat nelayan serta pemuda-pemudi Kota Medan mengikuti penyampaian materi dan dialog dengan penuh perhatian.
Mereka juga berharap kegiatan edukasi kebangsaan dapat digelar secara berkala, terutama untuk menjangkau lebih banyak generasi muda.(yusak)












