Polhukam

Polda Sumut Tak Kendur Perangi Narkoba, 344 Kasus Terungkap dalam Sepekan

×

Polda Sumut Tak Kendur Perangi Narkoba, 344 Kasus Terungkap dalam Sepekan

Sebarkan artikel ini

MEDAN I METROSERGAI.com – Komitmen Polda Sumatera Utara dalam memberantas peredaran narkotika terus dibuktikan.

Lewat operasi intensif yang digelar tanpa henti di berbagai wilayah Sumatera Utara.

Dalam waktu sepekan, sejak 13 hingga 19 Mei 2026, ratusan kasus narkoba berhasil dibongkar dengan ratusan tersangka diamankan.

Berdasarkan data pengungkapan yang dilakukan jajaran kepolisian, sebanyak 344 kasus tindak pidana narkotika berhasil diungkap.

Dari operasi tersebut, polisi menciduk 433 tersangka yang diduga terlibat dalam berbagai aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Tak hanya menangkap para pelaku, aparat juga menyita barang bukti dalam jumlah besar.

Di antaranya lebih dari 31 kilogram sabu atau tepatnya 31.295,11 gram, ganja seberat 6.458,74 gram, 40 batang pohon ganja.

350 butir lebih pil ekstasi, hingga 95 vape mengandung etomidate dengan total volume mencapai 950 ml.

Besarnya barang bukti yang diamankan menunjukkan bahwa pengungkapan yang dilakukan tidak sekadar menyasar pengguna.

Tetapi juga jaringan peredaran narkoba yang lebih luas dan terorganisir.

Kasus-kasus tersebut berasal dari berbagai kategori penindakan, mulai dari target operasi orang, target lokasi, hingga pengungkapan non target operasi.

Selain fokus pada penangkapan pelaku, polisi juga bergerak menutup ruang gerak jaringan narkotika dengan membongkar sejumlah lokasi yang diduga menjadi sarang penyalahgunaan narkoba.

Sedikitnya 30 barak narkoba berhasil diratakan dalam operasi tersebut.

Kapolda Sumatera Utara Whisnu Hermawan Februanto melalui Kabid Humas Ferry Walintukan.

Menegaskan bahwa tingginya angka pengungkapan menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam memerangi narkotika di Sumatera Utara.

“Pengungkapan ratusan kasus dalam sepekan ini merupakan bentuk komitmen kuat Polda Sumut dan jajaran dalam memberantas peredaran narkoba secara menyeluruh.

Penindakan tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga jaringan yang berada di belakangnya,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius karena dapat merusak generasi muda sekaligus memicu berbagai tindak kriminal lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *