METROSERGAI.com – Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Sumatera Utara yang berlokasi di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, mulai menuai perhatian publik.
Proyek strategis yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025–2026 ini kini disorot terkait pengelolaan tanah disposal di area pembangunan.
Berdasarkan data kontrak nomor HK.02.01/SR/Gs5/PPK PPS-II/20/2025, proyek tersebut resmi dimulai pada 28 November 2025 dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender serta masa pemeliharaan 180 hari kalender.
Nilai proyek pembangunan Sekolah Rakyat ini mencapai sekitar Rp1,256 triliun (termasuk PPN), yang mencakup pembangunan di sejumlah wilayah.
Yakni Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Padang Sidempuan.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa area proyek saat ini telah dilakukan pembersihan dan penimbunan lahan.
Namun, muncul kejanggalan karena tanah disposal atau tanah buangan hasil galian tampak tidak dikeluarkan dari lokasi proyek, melainkan diduga tetap berada di dalam areal pembangunan.
Padahal secara teknis, tanah disposal yang tidak memenuhi spesifikasi sebagai material timbunan seharusnya dikeluarkan dari lokasi proyek sebelum tahapan pembangunan dilanjutkan.
Praktik ini penting untuk menjamin kualitas konstruksi serta menghindari potensi masalah struktural di kemudian hari.
Sementara itu, Pelaksana Lapangan dari PT Johor Akbar ST yang ditemui pada Kamis (8/1/2026) mengaku bahwa dirinya hanya bertanggung jawab terhadap pengaturan tanah timbun yang masuk ke lokasi proyek.
Terkait tanah disposal dan pembersihan area, ia menyebut hal tersebut merupakan tanggung jawab bagian lain.
“Saya hanya ditugaskan untuk urusan tanah timbun yang masuk ke lokasi ini.
Kalau soal tanah disposal dan pembersihan, itu sudah ada bagian dan orangnya sendiri,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penanggung jawab proyek terkait alasan tidak dikeluarkannya tanah disposal dari area pembangunan.












