MEDAN I METROSERGAI.com – Di tengah meningkatnya dinamika tantangan keamanan nasional.
Perlindungan terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak menjadi perhatian serius aparat.
Menjawab situasi tersebut, Densus 88 Anti Teror Polri melalui Satgaswil Sumatera Utara.
Mengambil langkah strategis dengan memperkuat kolaborasi lintas instansi guna mencegah penyebaran paham radikal sejak dini.
Upaya ini dipimpin langsung oleh Kasatgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, KBP Dr. Didik Novi Rahmanto.
Yang melakukan rangkaian kunjungan kerja sekaligus silaturahmi strategis ke sejumlah instansi penting di Sumatera Utara.
Agenda tersebut menjadi bagian dari langkah cepat dalam membangun koordinasi yang solid antar lembaga.
Dalam kunjungan pertamanya, KBP Didik berdiskusi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sumut, Dwi Endah Purwanti.
Pertemuan ini menitikberatkan pada pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah masuknya pengaruh radikal di lingkungan terdekat.
Koordinasi kemudian berlanjut ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Perlindungan Perempuan dan Anak Operasional (PPO) Polda Sumut.
Di sana, KBP Didik disambut oleh Direktur PPA dan PPO, KBP Kristinattara Wahyuningrum.
Diskusi difokuskan pada penguatan penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga humanis, khususnya dalam menangani kasus yang melibatkan perempuan dan anak.
Dalam setiap kesempatan, KBP Didik mengingatkan adanya perubahan pola rekrutmen kelompok radikal yang kini mulai menyasar perempuan dan anak-anak sebagai target utama.
“Perempuan dan anak kini bukan hanya pendukung, tetapi sudah menjadi sasaran utama perekrutan.
Ini harus menjadi perhatian bersama agar upaya pencegahan bisa lebih tepat dan efektif,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kerap masuk melalui celah psikologis dan kondisi sosial.
Yang kurang mendapat perhatian, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif.












